Otak remaja mengalami perkembangan bersamaan dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Para ahli menemukan bahwa hampir dua kali koneksi sinaptik dibuat namun tidak digunakan (Huttenlocher & Dabbolkar, 1997). ‘’ Synaptic connectivity refers to the ensemble of direct chemical and electrical connections between neurons ’’( https://link.springer.com/ ) Jadi, koneksi sinaptik dilansir dari halaman https://link.springer.com/ adalah seperangkat koneksi kimia dan listrik diantara sel saraf. Koneksi yang digunakan diperkuat dan tetap bertahan, sementara koneksi yang tidak digunakan diganti oleh jalur lain atau menghilang. Sehingga, dalam istilah neurosains, koneksi-koneksi ini akan ‘’dipangkas’’. Hasil dari pemangkasan ini adalah pada akhir masa remaja, seseorang memiliki ‘’koneksi neuro yang lebih sedikit, lebih selektif, dan lebih efektif dibandingkan ketika...
Orang normal itu yang bagaimana ? Hello readers J Hopefully you doing good as always, aameen… Rasanya ketika kita lagi ngobrol-ngobrol dengan teman, keluarga, atau siapapun itu sering mengucapkan kata ‘’normal’’, misal seperti ‘’sikapnya kok berbeda dengan orang kebanyakan ? kayanya gak normal deh’’ atau ‘’orang itu kok pakaiannya compang-camping, terus ekspresi wajahnya terlihat aneh, apa orang itu bener gak normal ?’’ Yup ! hal-hal semacam itu ya, normal , normal , dan normal . Kalau kita coba resapi, sebenarnya, normal itu apa ? Tunggu sebentar, normal disini kaitannya dengan ‘’perilaku orang’’ ya. Lalu perilaku orang yang normal itu yang seperti apa ? Nah, dalam buku Wiramihardja (2015) : 11, menurut Kilander yang seorang ahli kesehatan mental, orang yang normal adalah orang yang memperlihatkan kematangan emosional, menerima realitas, bisa bekerja sama dan bisa hidup bersama dengan orang lain, serta memiliki filsafat hidup yang menjaga dirinya ketika komplikasi-komplikasi...
Narsistik merupakan gangguan kepribadian yang menyangkut permasalahan sosial seperti manipulatif, mudah berubah pendirian, tidak peduli hubungan sosial, dan bertingkah laku impulsif. Orang dengan gangguan narsistik, biasanya berusaha tampil agung, menamakan dirinya dengan seorang yang besar dan wow. Mereka tenggelam dalam keasyikan menerima perhatian dari orang lain, salah dalam menerima reaksi orang-orang disekitarnya, mempromosikan diri, dan kurang mampu memahami dan merasakan perasaan orang lain. Orang narsistik berperilaku dramatis, mencari ketakjuban orang lain, tetapi memiliki kedangkalan ekspresi emosi serta dangkal dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Orang narsistik berpikiran bahwa diri mereka begitu penting, memiliki kekuatan, sebagai orang yang sukses, dan merasa bahwa diri mereka memegang kendali atas banyak orang. Dalam hubungan interpersonal, orang narsistik membuat permintaan yang tidak rasional dan memaksa orang lain untuk mengikuti keinginannya, memanf...
Komentar
Posting Komentar